MASUKKAN KE KERANJANG

HABIS

PRE-ORDER

Refer to get $15

 Seorang pengguna RELX memegang vape pen.

5 Permasalahan Vape yang paling Sering Ditemukan dan Cara Mengatasinya

Desember 10, 2021

Seperti kebanyakan device, vape pen juga bisa bermasalah dan kadang juga bikin pusing, apalagi kalau tiba-tiba device yang kamu punya bermasalah atau nggak berfungsi dengan baik. Cukup bikin pusing, kan?

Nah, untungnya mengatasi masalah yang mungkin terjadi pada vape itu ternyata nggak sulit. Bahkan, permasalahan vape umumnya bisa diatasi jika kamu paham cara menggunakannya.

Tapi kalau nggak paham, gimana? Tenang, kami punya jalan keluarnya. Cek yuk beberapa pertanyaan umum dari pengguna vape saat ingin memperbaiki device mereka:

Device Tiba-tiba Nggak Berfungsi. Apa yang Harus Saya lakukan?

Terkadang, memperbaiki vape bermasalah sesederhana menekan tombol power

Device yang nggak mengeluarkan uap bisa jadi salah satu masalah paling umum yang dialami pengguna vape. Meskipun umum, masalah ini cukup mengkhawatirkan. Siapa sih yang mau vape-nya bermasalah? Tenang aja, solusinya ternyata cukup sederhana kok. Kamu tinggal pencet tombol power. Selesai.

Percaya ngga percaya, banyak loh pengguna vape yang panik saat menghadapi masalah ini. Padahal, penyebabnya adalah mereka lupa menyalakan device mereka. Tapi selain itu, ternyata masalah ini bisa juga disebabkan oleh daya baterai device habis atau pod kosong. Kalau begini, kamu tinggal mengisi daya vape pen-mu dengan charger atau mengganti pod yang baru.

Namun, terkadang memang masalahnya bisa lebih rumit; contohnya seperti koneksi antara atomizer dan device yang lemah, atomizer yang terlalu basah (flooding) dan lain-lain.  

Kalau begini, tetap tenang dan serahkan urusan perbaikan kepada ahlinya atau kalau device kamu punya layanan purna jual, kamu juga bisa memanfaatkannya, tuh. Karena kalau berusaha memperbaikinya sendiri, bisa saja kamu memperparah kondisi device. 

Vape Mengeluarkan Suara. Apa yang terjadi?

Mau bentuk pen atau mod, device vape cenderung mengeluarkan suara saat digunakan. Umumnya, suara yang dihasilkan seperti sesuatu yang terbakar atau meletup.

Meskipun agak bikin panik, suara-suara itu biasa terdengar kok, yaitu saat cairan vape dipanaskan.

Nah, suara tersebut biasanya terdengar jelas pada mod vape berdaya watt tinggi atau sejenisnya yang memang sesuai dengan daya watt dan ketahanan atomizer pada device.

Intinya, kamu engga perlu khawatir kalau mendengar letupan. Selama uap tidak meninggalkan rasa gosong, artinya aman.  

Suara letupan yang biasa didengar oleh pengguna mod vape bisa berarti: lilitan coil yang terlalu basah atau cairan vape yang terlalu manis dan berkualitas kurang baik. 

Untuk mengatasinya, kamu bisa menurunkan daya watt pada mod vape milikmu untuk memastikan bahwa cairan vape tidak bocor atau mengganti cairan yang kamu gunakan saat ini dengan kualitas yang lebih baik. 

Perlu dicatat, jika kamu menggunakan vape pen dengan closed-pod system seperti RELX Infinity and Essential, suara letupan tidak jadi masalah karena device tersebut memiliki segel metalik, labirin anti bocor dan layer silikon yang memastikan tidak ada kebocoran cairan vape.

Device Nggak Bisa Dihisap. Apa yang Harus Saya Lakukan?

Vape yang tersumbat dapat diperbaiki dengan bantuan jarum.

Permasalahan lain yang biasa dialami pengguna vape adalah device yang nggak menghasilkan uap.

Biasanya, ini terjadi karena cartridge yang tersumbat. Ciri-ciri cartridge yang tersumbat adalah bau terbakar yang menyengat, uap yang sedikit, dan rasa yang nggak enak saat dihisap.

Meskipun terkesan menyebalkan, solusi untuk masalah penyumbatan ini ternyata cukup sederhana. Pertama-tama, hangatkan cartridge menggunakan pengering rambut dengan pengaturan tenaga paling rendah atau bungkus rapat device-mu menggunakan plastik berganda lalu benamkan dalam air hangat. Selanjutnya, kamu bisa menggunakan jarum untuk mengeluarkan apa pun yang menghambat device atau pod-mu.

Terlepas dari itu semua, kuncinya adalah mencegah terjadinya penyumbatan pada device-mu. 

Nah, supaya device nggak tersumbat, biasakan melakukan tarikan kecil saat penggunaan, bersihkan mouthpiece setelah digunakan, dan simpan device pada posisi tegak lurus.

Untuk masalah kebocoran, device dengan closed-pod system seperti RELX Infinity dan Essential sudah pasti terbebas dari penyumbatan karena kedua device ini hadir dengan desain anti bocor yang mutakhir. Keren banget kan?

Daya Baterai Nggak Terisi Saat Di-Charge. Apa yang harus saya lakukan?

Jika daya baterai device mu tidak terisi, pastikan kamu menggunakan charger yang benar untuk vape-mu ya. Masalahnya, hal seperti ini sering terjadi mengingat banyak kabel charger berserakan di rumahmu, ya kan?

Namun, kalau memang daya baterai tidak terisi, kamu perlu memeriksa bagian terminal baterai pada device. Bisa saja, bagian tersebut dipenuhi kotoran seperti debu atau kerak cairan vape yang dapat menimbulkan masalah koneksi. Kalau memang itu masalahnya, kamu tinggal membersihkan kotoran tersebut dengan korek kuping yang diberikan sedikit cairan alkohol isopropil. 

Nah, kalau ternyata daya baterai menurun sangat cepat, mungkin saja kamu telah melakukan kesalahan fatal sebagai pengguna vape: menggunakan vape sampai baterai benar-benar kosong, melakukan pengisian yang berlebihan, dan meninggalkannya dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, mengisi ulang daya baterai yang terkuras habis membebani device-mu dan mungkin merusaknya dengan cepat.

Ini juga berlaku pada pengisian daya berlebihan dan dibiarkan dalam waktu yang cukup lama.

Jadi, untuk mencegah kerusakan pada baterai, biasakan mengisi daya device hingga sebesar 85% dan pastikan untuk mematikannya jika tidak digunakan. Hal ini membantu menjaga masa hidup baterai dan tentunya kamu bisa nge-vape lebih lama.  

Dan, kalau memang kamu menggunakan device yang baterai nya bisa di pasang-lepas, coba lepaskan bateraimu secara rutin dan simpan pada tempat sejuk ketika sedang tidak dipakai.

Mengapa Device Nggak Bisa Mendeteksi Atomizer atau Pod?

Kalau kamu menggunakan device dengan open-pod system, coba periksa bagian coil dan terminal untuk melihat apakah ada yang kotor atau terlepas dari posisinya. Kedua masalah ini dapat menimbulkan koneksi yang lemah dan menyebabkan vape tidak dapat mendeteksi atomizer.

Selain itu, bisa saja hal ini terjadi karena tank pada device-mu terpasang terlalu kuat sehingga perlu dilonggarkan sedikit.

Namun, kalau kamu menggunakan device dengan closed-pod system, kamu hanya cukup mengganti pod yang baru untuk bisa menggunakannya lagi. Ngga pake ribet.

Device RELX adalah salah satu yang terbaik yang bisa kamu temukan di pasaran.

Kesimpulannya, kalau memang kamu ingin device yang nggak “bandel”, kamu bisa beralih ke device dengan closed-pod system seperti RELX Infinity dan Essential.

Berbeda dari device lainnya, RELX Infinity dan Essential hadir dengan fitur-fitur canggih seperti sistem pengisian daya ganda, labirin Anti-Bocor dan Peringatan Getaran Smart Pace, namun tetap ramah di kantong. Kalau boleh jujur, device ini bakal sangat menguntungkan secara fungsional dan finansial.

Selain device utamanya, kamu jangan lupakan RELX Pods-nya ya. Selain pengalaman Super Smooth yang ditawarkan, pod ini juga hadir dalam berbagai rasa. Jadi,  nggak peduli preferensi rasa dan gaya hidupmu, RELX pod akan selalu ada buat menemani harimu.




Juga di News

RELX Infinity berwarna gold dengan pod hitam
3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Merk Vape yang Bagus agar Pengalaman Nge-vape Makin Smooth

Juni 15, 2022

Baru beralih nge-vape? Ini hal-hal yang kamu harus perhatikan salat memilih merek device-nya

Lebih Lanjut

4 Fakta Tentang Baterai Vape dan Bagaimana Perawatannya Agar Awet
4 Fakta Tentang Baterai Vape dan Bagaimana Perawatannya Agar Awet

Juni 15, 2022

Apa saja yang harus kamu ketahui tentang vape? Temukan faktanya disini!

Lebih Lanjut

Seseorang sedang mengambil RELX Essential putih dengan tangan kanannya
Rekomendasi 4 Vape untuk Pemula beserta Harganya

Juni 15, 2022

Yuk, pilih device vape yang terbaik untuk kamu

Lebih Lanjut