MASUKKAN KE KERANJANG

HABIS

PRE-ORDER

Refer to get $15

Banyak Orang Sudah Berhenti Merokok dengan 4 Alasan Ini, Kamu Jangan Ketinggalan

Banyak Orang Sudah Berhenti Merokok dengan 4 Alasan Ini, Kamu Jangan Ketinggalan

Oktober 22, 2021

Seorang pria dengan setelan jas menghirup nafas sambil merentangkan tangan

Berhenti merokok membutuhkan alasan yang tepat agar berhasil dengan baik

Berhenti merokok itu tidak mudah dan pastinya setiap orang punya alasan tersendiri untuk melakukannya. Beberapa alasan yang masuk akal misalnya ingin mengubah kebiasaan lama, ingin lingkungan rumah bebas abu dan asap rokok sampai keinginan mengurangi biaya membeli rokok setiap bulan. Berhenti memang tidak mudah, tetapi bukan mustahil untuk dilakukan. Dengan tekad yang kuat, siapapun juga bisa kok berhenti merokok.

Sewaktu memulai, godaan pasti akan muncul untuk kembali merokok. Karena itu, perlu alasan yang benar-benar kuat sebagai fondasi bagi kalian untuk berhenti sepenuhnya. Semua pasti paham, kalau alasan setiap orang pasti berbeda-beda. Kami sempat ngobrol dengan empat mantan perokok tentang alasan mereka berhenti. Masing-masing memiliki alasan berbeda saat berhenti, yang mungkin saja bisa Kamu gunakan sebagai motivasi.

Apa saja itu? Yuk simak 4 alasan berhenti merokok yang bisa jadi inspirasi!

 

1. Masih Bau Rokok? Awas Dibilang Kuno 

Salah satu alasan utama orang tidak suka dengan perokok adalah baunya. Arya Anggara, seorang kolektor mobil kuno sejujurnya tidak menyukai bau asap rokok, apalagi jika melekat pada interior mobilnya. Pasalnya, bau rokok itu sangat menyengat dan susah dihilangkan. Selain pada jok mobil, kalau bau rokok sudah menempel di baju, rambut, mulut bahkan jari, bahkan parfum sekali pun akan sulit menghilangkannya. Karena itu, bau yang tidak sedap ini menjadi alasan utamanya untuk berhenti merokok.

Coba bayangkan, untuk seseorang yang peduli dengan orang di sekitar, beberapa kali Arya harus “menyingkir” untuk sekadar menghabiskan sebatang rokok sebelum kembali nongkrong bersama teman-temannya. Aroma asap rokok yang mengganggu itu akan mengganggu orang lain kalau ia tidak menyingkir. Ini menjadi kendala terbesar Arya saat nongkrong dengan teman-temannya yang tidak merokok. 

Untuk itu, Arya berusaha untuk mengubah kebiasaannya dengan mencari alternatif rokok terbaik. Salah satu alternatif untuk mengatasi aroma tidak sedap ini adalah dengan beralih ke vape. Bisa dibilang, uap yang dihasilkan vape tidak menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu orang di sekitar. Terlebih lagi, ada banyak pilihan rasa liquid yang bisa dipilihnya.

2. Merokok itu Menguras Kantong! 

Seorang pria dengan baju motif kotak-kotak menunjukkan dompet kosong di depan dadanya

Biaya yang mahal menjadi salah satu alasan untuk berhenti merokok 

Buat kamu yang kebetulan perokok aktif, coba luangkan sejenak untuk berhitung. Dalam satu bulan, kamu bisa menghabiskan sekitar Rp 1 juta untuk rokok setiap harinya. Bayangkan kebiasaan ini kamu lakukan dalam setahun, kamu bisa merogoh kocek hingga Rp 12 juta hanya untuk rokok! Uang sebanyak ini padahal bisa digunakan untuk membeli laptop, iPad terbaru, bahkan PS5 yang lagi hits! Coba kamu pikir dua atau tiga kali lagi.

Barang-barang ini bahkan bisa mendukung performa kerjamu dan memberikan kepuasan yang jauh lebih lama dibanding satu bungkus rokok setiap harinya loh. Inilah alasan Fyza, seorang desainer grafis di Jakarta, yang memutuskan untuk berhenti merokok. “Tanpa sadar, aku sudah membuang banyak uang hanya untuk merokok setiap hari! Kalau saja aku lebih perhitungan, saat ini mungkin aku sedang bersantai di rumah sambil main game baru di PS5!” curhat Fyza.

Hal ini membuat Fyza tersadar dan segera beralih dari kebiasaan merokoknya. Sekarang, keinginannya pun terwujud. Fyza kini bisa bersantai di rumah main game sambil nge-Twitch. Konten-konten gaming-nya di platform tersebut kini banyak ditonton orang.

3. Merokok itu Bikin Lingkungan Kotor 

Salah satu alasan berhenti merokok lainnya adalah masalah kebersihan. Tidak bisa dipungkiri kalau merokok itu banyak meninggalkan residu berupa asap rokok yang dapat membuat kotor, sekali pun Kamu sudah menggunakan asbak. Inilah yang menjadi masalah besar Gian Yudhantoro, seorang arsitek muda yang sempat kami wawancarai.

Seperti diketahui, setiap aktivitas merokok pasti akan menghasilkan abu danpuntung rokok. Asbak menjadi kebutuhan utama setiap perokok. Meski begitu, abu rokok masih akan dapat tersebar dengan tak terkendali, misalnya ketika puntung terjatuh atau tertiup angin. Hal ini membuat lingkungan, rumah atau kamar Kamu menjadi kotor. Untuk Gian yang mengutamakan penampilan dan kebersihan rumahnya, hal ini bisa jadi momok.

Saat beralih ke vape, Gian terbebas dari semua permasalahan itu. Vape tidak meninggalkan residu berupa puntung atau abu, karena sejatinya vape mengandalkan cairan yang diuapkan. Karena itu, penggunaan vape dapat jauh lebih bersih daripada ketika ia masih merokok.

4. Merokok itu Butuh Waktu Ekstra 

RELX Infinity sedang dipegang dengan background minuman di atas sebuah meja

Beralih ke vape bisa menjadi alternatif untuk berhenti merokok

Saat merokok, siapapun pasti tidak akan rela untuk hanya menghabiskan setengah batang saja. Pilihannya hanya dua, yakni habiskan atau buang. Menyisakan rokok setengah bukan cara elegan. Selain karena rasanya yang berubah, baunya akan sangat mengganggu. Ini akan menjadi alasan kuat bagi Kamu untuk berhenti merokok.

Rata-rata rokok akan habis dalam waktu 7 sampai 10 menit. Ketika dalam kondisi dengan waktu yang mepet, misalnya jeda rapat, Faisal Rizki, seorang pengusaha travel biasanya tidak akan punya banyak waktu untuk menghabiskan sebatang rokok. Tidak jarang, ia memaksakan diri untuk menghabiskan sebatang rokok di jeda rapat dengan teknik “kereta api” yang ngebul terus tanpa henti.

Nah, saat Faisal beralih ke vape, ia merasa lebih ‘bebas’ dalam merokok. Perangkat vape bisa digunakan kapan saja Kamu mau dan bisa Kamu hentikan sesuka hati dalam waktu yang mendesak. Lakukan satu hingga tiga kali puffs sebelum ia meeting sangatlah cukup untuknya mengingat waktu yang mendesak.

Tidak hanya itu, keunggulan lain adalah ia tidak harus menggunakan parfum karena bau asap yang menempel. Seperti yang sudah dijelaskan, uap dari vape tidak akan menimbulkan bau tidak sedap yang membuat ia “tidak enak” ketika harus berdekatan dengan orang lain, terutama saat bertemu klien.

Nah, itu tadi beberapa alasan berhenti merokok dari Arya, Fyza, Gian, dan Faizal yang bisa menjadi inspirasi Kamu. Ketika sudah memantapkan alasannya, saatnya Kamu untuk menerapkan cara berhenti merokok yang cocok untuk Kamu. Di sela percobaan itu, Kamu bisa beralih ke vape sebagai pengganti rokok yang lebih bersih, hemat dan menawarkan banyak pengalaman penggunaan yang menarik untuk dicoba.